Suluk Maleman Hadirkan Cak Nun Sebagai Tamu Istimewa

Suluk Maleman Hadirkan Cak Nun Sebagai Tamu Istimewa

 

PATI, PATINEWS.COM

 

Rumah Adab Indonesia Mulia, Suluk Maleman Sampak Gusuran, dengan slogan “Mencerahkan Pikir Menjernihkan Hati” Pimpinan Habib Anis Sholeh Baasyin kembali hadir menghibur warga Pati dan sekitarnya. Ahad Malam, 26 Februari 2023.

 

Ribuan lebih yang hadir pemuda dan pemudi yang memenuhi Komplek Rumah Adab Indonesia Mulia, karena kehadiran Cak Nun dan Kiai Kanjeng dari Yogyakarta. Budayawan yang habis mengaku _Kesambet_ dan sudah minta maaf kepada rakyat Indonesia atas kekeliurannya dalam ucapan waktu show Bambang Wetan di Surabaya.

 

Habib Anis Sholeh Baasyin mengambil tema Tawasulan, sang kreator Suluk Maleman menjelaskan, manusia yang memiliki dua dimensi, baik ruh dan jasad tidak bisa semata-mata berdiri sendiri, manusia butuh sandaran, manusia ketika berdo’a boleh bertawasul. Kita bersholawat menyandarkan diri kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW. merupakan bentuk ingin meraih syafaat yang disitu merupakan bentuk ikhtiar untuk meraih keselamatan di dunia dan akhirat. Termasuk tawasul kepada Wali Allah SWT yang bertujuan diri manusia butuh sandaran, butuh barokah do’a agar mendapatkan barokah. Itulah tujuan kita bertawasul.

 

Budayawan Emha Ainun Najib menerangkan, selain ruh, jasad, manusia diberikan akal pikiran dan hati. Ada dua hal yang membuat manusia bertindak dan berperilaku, kalau manusia menggunakan akal pikiran berarti manusia menggunakan jalan berpikir sebagai pemimpin, sebaliknya jika manusia menggunakan nafsu, maka nafsulah yang menjadi pemimpinnya.

 

Lanjut Cak Nun, Puncak Isra mi’raj Nabi Muhammad SAW setelah bertemu Nabi Isa, Nabi Musa, Nabi Ibrahim dan terakhir di Sidrotul Muntaha bertemu kepada Allah SWT. Sekarang pertanyaannya apakah Allah hanya berada disana? Lah inilah yang menjadikan akal untuk berpikir, jadi pertanyaan itu tidak bisa dijelaskan secara nalar dan logika.

 

“Manusia itu menurut perjalanannya berproses di dalam ruh, makanya sholat ibadah kita merupakan upaya untuk melatih pribadi yang lebih baik, dan itu semenjak manusia dilahirkan sampai meninggal, ruh dan jasad berpisah,” terangnya.

 

Acara yang baru selesai tengah malam, selain diskusi masyarakat yang hadir dihibur dengan musik Kiai Kanjeng.

 

*Kontributor: Fikrul Umam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *